Selasa, 19 September 2017

KESABARAN


Seorang guru yang terkenal, telah diu
ndang untuk memberikan pencerahan.
Guru ini membawa serta seorang laki-laki yang tidak hanya bawel dan tidak bertanggung jawab, tetapi juga merupakan tukang masak yang memiliki karakter emosional meluap.


Setelah mengamatinya beberapa waktu, orang-orang mendekati sang guru dan berkata dengan penuh hormat :

"Mengapa guru begitu tenggang rasa dengan tukang masak yang tidak berguna itu. Ia kelihatannya cuma menimbulkan masalah, alih-alih membantu guru. Mengapa guru tidak pulangkan saja. Kami akan dengan senang hati melayani guru."

Sang guru tersenyum dan menjawab :
"Ah kalian tidak mengerti. Ia bukan pelayanku, tapi ia guruku."

Orang-orang kaget dan memohon penjelasan,
"Kenapa bisa begitu?"

Sang guru menjelaskan,


"Kalian lihat, perangainya yang rewel dan tidak menyenangkan itu, telah mengajariku untuk bersikap sabar dan bertenggang rasa setiap hari. Karena itulah aku menghargainya."

***********

Renungan :


Puncak pencerahan dari sebuah ajaran kebaikan, religi maupun spiritual adalah CintaNya Yang Tiada Batas.

Belas kasih adalah yang membuat pikiran orang baik tergerak atas penderitaan makhluk lain. Disebut belas kasih karena melindungi dan merangkul mereka yang menderita.


Tikala Baru, 19 September 2017.

Sabtu, 16 September 2017

SEBUAH CERITA KEHIDUPAN

KEBUN BINATANG :

Di pintu masuk, tertulis :
Tarif tiket : Rp 50.000,-/orang.

Karena beberapa lama tidak ada pengunjung, maka harga tiket diturunkan menjadi : Rp 25.000,-/orang
Namun masih tidak tidak ada juga pengunjung datang, akhirnya kembali diturunkan tarif tiket menjadi hanya : Rp 10.000,-/orang
Dan tetap tidak ada pengunjung yg mau masuk !

Akhirnya ditulislah pengumuman :
"MASUK GRATIS"

Dan tiba2 banyak orang yang berebutan masuk.
Ketika pengunjung di dalam penuh, pak Johan, si penjaga, membuka semua pintu kandang binatang buas, seperti : Singa, harimau, macan, serigala, ular, dsb. Pengunjung pun PANIK !

Kemudian pintu keluarnya ia KUNCI.
Lalu di pintu keluar itu dia tulis :
Keluar Bayar Rp 500.000,-
Kemudian BANYAK orang berebut membayar.










Inilah ironi kehidupan.

Ketika ditawarkan HIDUP SEHAT :
~ Makan yang sehat
~ Tidak merokok
~ Istirahat yang cukup
~ Olahraga, dsb
demi menjaga kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit, banyak orang enggan, TIDAK MAU.

Tapi kalau sudah masuk Rumah Sakit, berapapun mahal biayanya PASTI dibayar asal bisa sembuh, sekalipun harus jual asset dan berhutang.
Semoga terinspirasi dari cerita ini.

Mari hidup sehat, ikuti petunjuk dokter, dengar apa kata mereka yang pernah merasakan.

Mens sana in corpore sano !

Pangolombian - Kota Tomohon, 16 September 2017.

Kamis, 14 September 2017

KISAH SEORANG SOPIR ANGKOT

(Kisah Nyata)

Sopir-sopir angkot di Jakarta saling menyalip berebut penumpang.

Tak jauh di depan angkot yang kutumpangi seorang ibu dan 3 anak nya berdiri di tepi jalan.

Setiap angkot yang berhenti dan berbicara dengan si ibu, langsung melaju kembali, terus terulang berkali-kali.

Saat angkot yang kutumpangi berhenti, si ibu bertanya, "Dik, lewat terminal bis ya?".

Sopir menjawab : "Ya bu".

Si ibu tak segera naik, berkata lirih :
"Tapi kami berempat tidak punya ongkos."

Sambil tersenyum, sopir itu menjawab,
"Tidak apa2 bu, naik saja.."

Si ibu tampak ragu2..

Sang sopir mengulangi perkataannya,
"Ayo bu, naik saja, tidak apa-2.."

Disaat angkot lain berlomba mencari penumpang mengejar setoran, sopir yang satu ini rela 4 kursi penumpangnya digratiskan..

Sampai di Terminal Bis, ibu ini dan 3 anaknya turun, dan mengucapkan terima kasih kepada sang sopir..

Namun di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun dan membayar Rp 25.000,-

Ketika Sopir akan memberi kembalian, pria itu berkata : "Untuk ongkosku dan 4 orang penumpang tadi...Teruslah jadi orang baik ya dik..", kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu..

Seorang Ibu yang jujur..
Seorang Sopir yang baik hati..
Seorang Penumpang yang dermawan..

Mereka saling mendukung dalam berbuat kebaikan..

Hidup ini hanya sekali dan begitu singkat, marilah kita terus berbuat baik, jangan berhenti dan jangan pernah merasa lelah untuk berbuat kebajikan..

TIDAK perlu menunggu kaya untuk melakukan kebaikan sederhana seperti ini..
Yuk kita berbuat baik..

"Credidimus Caritati", kami percaya akan Cinta-kasih Allah.

Tikala Baru, 14 September 2017.

Jumat, 01 September 2017

KISAH SEORANG DOKTER

Suatu hari, masuklah seorang wanita lanjut usia ke ruang praktek saya di sebuah Rumah Sakit. Wanita itu ditemani seorang pemuda yang usianya sekitar 30 tahun.
Saya perhatikan pemuda itu memberikan perhatian yang lebih kepada wanita tersebut dengan memegang tangannya, memperbaiki pakaiannya, dan memberikan makanan serta minuman padanya.

Setelah saya menanyainya seputar masalah kesehatan dan memintanya untuk diperiksa, saya bertanya pada pemuda itu tentang kondisi akalnya, karena saya dapati bahwa perilaku dan jawaban wanita tersebut tak sesuai dengan pertanyaan yang saya ajukan (gak nyambung).

Pemuda itu menjawab : “Dia ibu saya Dok, dan memiliki keterbelakangan mental sejak saya lahir.."
Keingintahuan saya mendorong saya untuk bertanya lagi : “Siapa yang merawatnya..?”
Ia menjawab : “Saya, Dok.."
Saya bertanya lagi : “Lalu siapa yang memandikan dan mencuci pakaiannya..?”
Ia menjawab : “Saya suruh ia masuk ke kamar mandi dan membawakan baju untuknya serta menantinya hingga ia selesai.
Saya yang melipat dan menyusun bajunya di lemari..
Saya masukkan pakaiannya yang kotor ke dalam mesin cuci dan membelikannya pakaian yang dibutuhkannya.."
Saya bertanya : "Mengapa Anda tak mencarikan untuknya pembantu..?”
Ia menjawab : "Karena ibu saya tidak bisa melakukan apa-apa dan seperti anak kecil, saya khawatir pembantu tak memperhatikannya dengan baik dan tak dapat memahaminya, sementara saya sangat paham dengan ibu saya..”
Saya terperangah dengan jawabannya dan baktinya yang begitu besar.

Saya pun bertanya : "Apakah Anda sudah beristeri..?”
Ia menjawab : “Syukur saya sudah beristeri dan punya beberapa anak..”
Saya berkomentar : “Kalau begitu berarti isteri Anda juga ikut merawat ibu Anda..?”
Ia menjawab : “Isteri saya membantu semampunya, dia yang memasak dan menyuguhkannya kepada ibu saya..
Saya telah mendatangkan pembantu untuk isteri saya agar dapat membantu pekerjaannya.. Akan tetapi saya berusaha selalu untuk makan bersama ibu saya supaya dapat mengontrol kadar gulanya.."
Saya bertanya : “Memangnya ibu Anda juga terkena penyakit gula..?"
Ia menjawab : “Ya, tapi tetap saya bersyukur atas segalanya.."
Saya semakin takjub dengan pemuda ini dan saya berusaha menahan air mata.
Saya mencuri pandang pada kuku tangan wanita itu, dan saya dapati kukunya pendek dan bersih.
Saya bertanya lagi : “Siapa yang memotong kukunya..?”
Ia menjawab : “Saya Dokter, ibu saya tak dapat melakukan apa-apa.."
Tiba-tiba sang Ibu memandang putranya dan bertanya seperti anak kecil : “Kapan engkau akan membelikan untukku kentang..?”
Ia menjawab : “Tenanglah Ibu, sebentar kita akan pergi ke kedai..”

Ibunya meloncat-loncat karena kegirangan dan berkata : “Sekarang.. sekarang..!”
Pemuda itu menoleh kepada saya dan berkata : “Demi Allah, kebahagiaan saya melihat ibu saya gembira lebih besar dari kebahagiaan saya melihat anak-anak saya gembira".
Saya sangat tersentuh dengan kata-katanya.. dan saya pun pura-pura melihat ke lembaran data ibunya.
Lalu saya bertanya lagi : “Apakah Anda punya saudara..?”
Ia menjawab : “Saya putranya semata wayang, karena ayah saya menceraikannya sebulan setelah pernikahan mereka..”
Saya bertanya : “Jadi Anda dirawat ayah..?”
Ia menjawab : “Tidak, tapi nenek yang merawat saya dan ibu saya.. Nenek telah meninggal.. semoga Tuhan merahmatinya, saat saya berusia 10 tahun..”
Saya bertanya : “Apakah ibu Anda merawat Anda saat Anda sakit, atau ingatkah Anda bahwa ibu pernah memperhatikan Anda..? Atau dia ikut bahagia atas kebahagiaan Anda, atau sedih karena kesedihan Anda..?”
.
Ia menjawab : “Dokter, sejak saya lahir ibu sudah tak mengerti apa-apa.. kasihan dia.. dan saya sudah merawatnya sejak usia saya 10 tahun..”
Saya pun menuliskan resep serta menjelaskannya..
Ia memegang tangan ibunya dan berkata : “Mari kita ke kedai..”

Lalu pemuda dan ibunya itu meninggalkan tempat praktek saya..
Saya pun segera meminta pada perawat agar keluar dari ruangan saya dengan alasan saya ingin istirahat..
Padahal sebenarnya saya tak tahan lagi menahan tangis haru..
Saya pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan seluruh yang ada dalam hatiku..

Saya berkata dalam diri saya sendiri : “Begitu berbaktinya pemuda itu, padahal ibunya tak pernah menjadi ibu sepenuhnya..
Ia hanya mengandung dan melahirkan pemuda itu..
Ibunya tak pernah merawatnya..
Tak pernah mendekap dan membelainya penuh kasih sayang..
Tak pernah menyuapinya ketika masih kecil..
Tak pernah begadang malam..
Tak pernah mengajarinya..
Tak pernah sedih karenanya..
Tak pernah menangis untuknya..
Tak pernah tertawa melihat kelucuannya..
Tak pernah terganggu tidurnya disebabkan khawatir pada putranya.
Tak pernah.. dan tak pernah..!
Walaupun demikian.. pemuda itu berbakti sepenuhnya pada sang ibu.."

Apakah kita akan berbakti pada ibu-ibu kita yang kondisinya sehat..? Seperti bakti pemuda itu pada ibunya yang memiliki keterbelakangan mental..??

Ya Tuhan,
Ampuni kami, maafkan kesalahan dan kekhilafan kami yang telah meninggalkan bakti kami kepada orang tua kami terutama kepada ibu yang telah mengandung, merawat dan membelai kami.

Dialah yang memandikan kami dan memakaikan baju. Tapi di saat kami sudah dewasa, kami tak pernah ingat lagi dengan jasa beliau..

Selamat merenung.
Semoga bermanfaat.

Ya Tuhan,
😊✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini
😊✔ Lapangkanlah hatinya
😊✔ Bahagiakanlah keluarganya
😊✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
😊✔ Mudahkan segala urusannya
😊✔ Kabulkan cita-citanya
😊✔ Jauhkan dari segala Musibah
😊✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar.


Semoga rahmat Tuhan selalu menolong kita.

Tikala Baru, 1 September 2017.

Kamis, 31 Agustus 2017

SEKEDAR RENUNGAN

Setiap kita memperbaiki niat,
maka TUHAN akan memperbaiki keadaan.

Setiap kita mengharapkan kebaikan untuk orang lain,
Kita akan mendapatkan kebaikan,
Dari arah yang tidak kita sangka.

Dan saat kita hidup untuk membahagiakan orang lain,
TUHAN akan memberikan kita berkat,
Berupa orang lain yang akan membahagiakan kita.

Supaya terhindar dari keburukan,
Janganlah mengharapkan keburukan untuk orang lain.

Maka,
Berusahalah untuk memberi yang Terbaik,
Bukan hanya menerima.
Karena setiap kali kita memberi,
Maka kita akan menerima,
Meskipun kita tidak pernah memintanya.

Hidup ini ANUGERAH yang indah, Nikmatilah.
Hidup dengan Bersyukur Kepada NYA,
Karena masih bernafas hari ini,
Dan Masih bersama orang Yang Kita Sayangi.

♡ Perhiasan yang terindah adalah "KERENDAHAN HATI"

♡ Cinta yang Sejati adalah "KESETIAAN"

♡ Kekayaan yang Terbesar adalah "KESEHATAN"

♡ Senjata yang paling Ampuh adalah "KESABARAN"

♡ Perisai Hidup Terbaik adalah "KEBAJIKAN"

Jangan pernah putus asa menjalani hidup ini, yakinlah
Bahwa TUHAN senantiasa punya Rencana Yang TERBAIKπŸ‘πŸ™πŸ™.



Nihil obstat !




Hotel Sintesa Peninsula Manado, 31 Agustus 2017.

ISTRI BIJAKSANA

Seorang pria yg tidak lulus ujian masuk universitas, di nikahkan orang tuanya.

Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.

Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena geraknya lambat.

Saat itu sang istri berkata : kegesitan kaki - tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yg berhasil, semua gagal di tengah jalan.

Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Akhirnya ia menjadi boss yang memiliki kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, kenapa ketika masa depan nya masih suram, engkau tetap begitu percaya kepada ku ?

Jawaban sang istri ternyata sangat polos dan sederhana :
Sebidang tanah yg tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga, karena pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu.... Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul.

Semua prestasi dirinya, adalah berkat keajaiban bibit unggul yang kokoh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun yg hanya sekedar sampah, dia hanya tidak berada di posisi yang tepat.

Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, teruskan ke orang lain.
Anda akan ikut berbahagia apabila orang yg tadinya susah menjadi sukses.

Delapan kalimat di bawah ini, adalah intisari kehidupan :

1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

2. Orang yang tidak bisa toleran, seberapa banyak pun teman nya, akhirnya akan sendirian.

3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.

4. Orang yang tidak bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.

5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat pun kerja nya tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

6. Orang yang tidak bisa menabung, dapat rejeki terus pun tidak akan bisa menjadi kaya.

7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bahagia.

8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, berobat terus pun tidak akan berusia panjang.

Sukses selalu! GBU all...


Hotel Sintesa Peninsula Manado, 31 Agustus 2017.

Selasa, 29 Agustus 2017

BENAR DAN MERASA BENAR

Menjadi Benar itu penting, namun Merasa Benar itu tidak baik.
Kearifan akan membuat seorang menjadi Benar, tetapi bukan Merasa Benar.

Perbedaan Orang Benar dan Orang Yang Merasa Benar :

  1. Orang Benar, tidak akan berpikiran               bahwa ia adalah yg paling benar.

  2. Sebaliknya orang yg merasa benar,
     di dalam pikirannya hanya dirinyalah
     yang paling benar.

 
3. Orang Benar, bisa menyadari kesalahannya.

  4. Sedangkan Orang Yang Merasa Benar, merasa tidak perlu untuk Mengaku Salah.

  5. Orang Benar, setiap saat akan introspeksi diri dan bersikap Rendah Hati.

  6. Tetapi Orang Yang Merasa Benar, merasa tidak perlu introspeksi,
      karena merasa paling benar, mereka cenderung Tinggi Hati.

  7. Orang Benar memiliki Kelembutan Hati. Ia dapat menerima masukan dan
      kritikan dari siapa saja, sekalipun itu dari anak kecil.

  8. Orang Yang Merasa Benar, hatinya keras. Ia sulit untuk menerima nasihat
     dan masukan apalagi kritikan.

  9. Orang Benar akan selalu menjaga perkataan dan perilakunya, serta
     berucap penuh kehati-hatian.

10. Orang Yanng Merasa Benar : berpikir, berkata, dan berbuat sekehendak hatinya,         tanpa pertimbangan atau mempedulikan perasaan orang lain.

11. Pada akhirnya, orang Benar akan dihormati, dicintai dan disegani oleh
       hampir semua orang.

12. Sedangkan orang yg Merasa Benar Sendiri hanya akan disanjung oleh mereka              yang berpikiran sempit, dan yang sepemikiran dgnnya, atau mereka yang
       hanya  sekedar ingin memanfaatkan dirinya.

13. Mari terus memperbaiki diri untuk bisa Menjadi Benar, agar tidak selalu
      Merasa Benar.

14. Bila kita sudah termasuk tipe Orang Benar, tetaplah dalam Kebenaran dan
       selalu Rendah Hati.

Semoga menginspirasi kita semua.

Tikala Baru, 29 Agustus 2017..

H A N Y A R I N D U

 Sesekali merenung, menggali kenangan tentang masa indah bersama ibu, itu perlu. Tiada yang bisa kita lakukan saat sedang merindukan seoran...